Makanan Berkalori Tinggi yang Memiliki Sisi Positif & Negatif bagi Anak

Makanan Berkalori Tinggi yang Memiliki Sisi Positif & Negatif bagi Anak

Terdapat 3 macam kondisi anak, yakni kekurangan gizi, cukup gizi, dan kelebihan gizi. Semuanya merupakan dampak dari pemberian makanan pada si anak.

Bagi anak yang memiliki gizi yang cukup dan ideal maka tak ada masalah yang cukup berarti dari pemberian makanan. Semuanya tercukupi dengan baik dan pas. Anak boleh memakan berbagai makanan dengan cukup, termasuk makanan berkalori.

Anak Kurang Gizi

Namun, berbeda dengan kondisi 2 anak yang lainnya. Yang pertama adalah anak yang kekurangan gizi. Anak yang kurang gizi atau memiliki gizi dapat dilihat dari tubuhnya yang kurus kecil atau biasa disebut underweight. Pada kondisi ini anak perlu makan berbagai makanan yang bergizi, terutama adalah makanan yang mengandung kalori tinggi untuk menaikkan berat badannya.

Makanan berkalori tinggi merupakan makanan penambah berat anak yang memiliki keadaan kurang gizi. Selain kalori yang tinggi, anak juga butuh asupan nutrisi lain sebagai pendamping, yaitu protein, vitamin, lemak, dan mineral. Meskipun sangat dibutuhkan tapi makanan ini harus dikontrol pemberiannya kepada anak. Agar anak tidak obesitas.

Anak Kelebihan Gizi

Kemudian yang kedua adalah anak yang memiliki gizi berlebih. Tubuh yang gemuk tak selalu menandakan anak kecukupan gizi. Jika berat badan terus bertambah dengan cepat, hal ini harus diwaspadai karena anak bisa menderita obesitas atau overweight. Jika ini terjadi pada anak Anda, maka Anda perlu mengurangi asupan makanan pada anak.

Makanan yang baik dikonsumsi anak hanyalah makanan yang tinggi serat dan vitamin, seperti buah dan sayuran. Makanan yang mengandung kalori tinggi sangat dilarang bagi anak yang memiliki gizi berlebih. Ini dapat memicu berat badannya semakin naik.

Contoh Makanan Berkalori Tinggi

Makanan berkalori tinggi dapat dengan mudah ditemui di pasaran, mulai dari yang mahal hingga yang murah. Umumnya makanan yang berkalori tinggi disukai oleh anak-anak hingga orang dewasa karena memiliki cita rasa yang enak.

Contohnya adalah olahan susu, daging, nasi, coklat, telur, dan masih banyak lainnya. Hampir semuanya disukai oleh anak. Olahan susu seperti keju dan yoghurt memang sangat disukai anak. Selain itu ada pula coklat yang juga merupakan jajanan favorit anak karena cita rasanya yang manis. Nasi, daging, dan telur seringkali menjadi makanan utama bagi si buah hati.

Simpulan 

Nah, itulah dampak positif dan negatif dari makanan yang berkalori tinggi. Makanan berkalori tinggi sebenarnya tidak buruk bagi tubuh. Tubuh juga membutuhkan kalori untuk melakukan aktivitas. Namun, harus diberikan pada anak yang tepat. Jika anak obesitas, maka makanan berkalori tinggi sebaiknya dihindari sampai tubuh anak kembali normal.

Berbeda halnya dengan anak yang bertubuh kurus atau kurang gizi, yang justru harus mengonsumsi banyak makanan berkalori tinggi untuk menambah berat badannya